Eurasian Harm Reduction Network

Category Archive : Strategi

Langkah Rehabilitasi Yang Dilakukan Oleh BNN

Langkah Rehabilitasi Yang Dilakukan Oleh BNN

Langkah Rehabilitasi Yang Dilakukan Oleh BNN – Narkoba atau Narkotika termasuk ke dalam jenis bahan adiktif yang mampu memberikan efek kecanduan terhadap pemakaiannya. Sebagian besar pengguna narkoba hanya iseng dalam mengonsumsi obat-obatan terlarang karena obat ini mampu memberikan reaksi sesaat yang dinilai banyak menguntungkan, seperti misalnya penghilang rasa malu dan grogi, ketenangan serta daya tahan tubuh. Akan tetapi, penggunaan yang berlebihan justru akan mengakibatkan halusinasi yang berbahaya dan sulit untuk dihentikan. Terlebih lagi, bagi pengguna yang mengonsumsi narkoba secara rutin tiap harinya. Jika seseorang mengonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang setiap hari, maka dosisnya otomatis akan semakin meningkat sehingga dampak yang dihasilkan juga semakin berbahaya. Tidak hanya mengganggu kehidupan sosial, akan tetapi bisa menganggu kesehatan jiwa dan tubuh, bahkan mengakibatkan kematian. Oleh sebab itu, penggunaan narkoba dan sejenisnya dilarang oleh pemerintah.

Jika Anda mendapati keluarga atau orang-orang mengalami kecanduan narkoba, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan yakni menghentikan pemakaian atau mencari pertolongan pertama. Terlebih jika orang yang Anda kenal masih dalam tahap awal yang notabene masih mudah untuk disembuhkan dan direhabilitasi. Meski demikian, proses penyelesaian dan penanggulangan kasus narkoba tidaklah sebentar karena tidak hanya fisik saja, melainkan kesehatan mental dan jiwa pasti juga mengalami gangguan. Cara yang banyak dilakukan sebagai upaya penanggulangan pecandu narkoba ialah rehabilitasi ialah memanfaatkan pelayanan yang tekah disediakan Badan Narkotika Nasional (BNN), maka ketergantungan narkoba sedikit demi sedikit bisa teratasi.

Berikut ialah langkah rehabilitasi yang dilakukan BNN yang bekerja sama dengan sbobet Indonesia dalam menangani pecandu narkoba, yaitu :

  1. Pemeriksaan
    Langkah pertama yang dilakukan yakni pemeriksaan, hal ini dilakukan tidak hanya oleh dokter atau ahli kesehatan, melainkan juga dilakukan oleh terapis. Pemeriksaan bertujuan untuk memeriksa sejauah mana kecanduan yang diderita oleh korban beserta efek samping yang ditimbulkan. Terapis banyak mengetahui tentang gangguan jiwa sehingga ketika pecandu terkena gangguan jiwa, maka dilakukan terlebih dahulu penyembuhan efek tersebut, lalu dimulai rehabilitasi.
  2. Detoksifikasi
    Detoksifikasi merupakan tahapan terberat dalam proses rehabilitasi dimana pecandu harus benar-benar 100% berhenti mengonsumsi obata-obatan terlarang. Bisa dikatakam sebagai tahapan terberat karena korban akan mengalami kesakitan pada perut dan beberapa bagian tubuh lainnya. Selain itu, pecandu akan mengalami tekanan karena kebiasaannya dihentikan. Selama proses ini berlangsung, dokter memberikan obat dan menyarankan agar tetap mengonsumsi makanan bergizi dan banyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi atau merasa lemas. Lama atau tidaknya proses detoksifikasi tidak bisa diprediksi secara pasti karena hal ini betgantung pada tekad dan niatan pecandu untuk segera sembuh disertai parah atau tidaknya efek yang diderita.
  3. Stabilisasi
    Stabilisasi merupakan langkah selanjutnya yang ditempuh setelah tahapan detoksifikasi. Tahapan ini memiliki tujuan untuk mengembalikan kondisi tubuh dan pemulihan jangka panjang melalui resep dokter. Disamping itu, terdapat pula perencanaan jangka panjang agar kesehatan mental dan jiwa kembali pulih dan tidak lagi terjerumus dalam konsumsi narkoba dan obat-obat terlarang.

Itulah tiga tahapan yang dikakukan BNN dalam proses rehabilitasi guna mengatasi masalah kecanduan narkoba dan obat-obatan terlarang. Setelah proses rehabilitasi selesai, maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan yakni mengawasi dan menjaga agar penderita tidak terjerumus kembali dalam aktivitas terlarang seperti konsumsi narkoba dan obat-obat berbahaya lainnya. Terlebih jika keluarga atau orang-orang terdekat Anda pernah terlibat dalam kasus pelanggaran hukum yang berbahaya ini.

Rehabilitasi, Terapi Untuk Menanggulangi Kecanduan Narkoba

Rehabilitasi, Terapi Untuk Menanggulangi Kecanduan Narkoba


Rehabilitasi, Terapi Untuk Menanggulangi Kecanduan Narkoba – Penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang kian bertambah banyak dengan ditemukannya berbagai kasus dari barang haram tersebut. Kondisi yang cukup kronis ini melibatkan banyak pihak dan merugikan diri sendiri juga orang lain. Jutaan jiwa mati sia-sia karena narkoba. Para penerus bangsa ini juga hilang akibat barang haram tersebut. Jika terus demikian, menjadikan Indonesia darurat narkoba dan harus segera ditindaklanjuti.

Badan dan jaringan yang mengurusi kasus narkotika dan obat terlarang lainnya telah dan tengah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kasus ini. Himbauan serta ajakan untuk menjauhi narkoba telah ditanamkan melalui berbagai media. Namun sayangnya masih ada yang menggunakan barang haram tersebut. Sebelum semakin bertambah parah, kondisi salah satu anggota yang mengkonsumsi narkoba dapat ditangani tapi dengan catatan pengguna tersebut dinyatakan sebagai korban. Bukan pelaku, pengedar maupun pemasok. Dalam hal ini, pemerintah telah menetapkan aturan untuk menyikapi korban dari obat-obatan haram itu. Merujuk pada aturan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan salah satu pasalnya yakni pasal 54 menyatakan pengguna narkota untuk mengikuti proses rehabilitasi. Tujuannya agar para pengguna tersebut tidak bergantung dengan barang haram.

Rehabilitasi merupakan salah satu upaya dari badan dan jaringan penanggulangan narkoba untuk menyelamatkan pengguna yang berstatus sebagai korban. Upaya dari tindakan rehabilitasi merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan seseorang yang kecanduan narkoba. Lebih cepat jelas lebih baik agar korban cepat mendapatkan pertolongan juga. Hanya saja, sebagian para pengguna narkoba menyangkal dirinya telah mengkonsumsi obat tersebut. Sehingga membuat proses rehabilitasi jadi tertunda.

Rehabilitasi, Terapi Untuk Menanggulangi Kecanduan Narkoba

Untuk mendapatkan layanan rehabilitasi, badan jaringan penanggulangan narkoba telah menentukan persyaratannya dan para pengguna yang ingin mengajukan diri direhabilitasi harus memenuhi syarat yang ada. Mengenai dimana tempat pelayanan rehabilitasi itu, pengguna bisa merujuk ke rumah sakit maupun rumah rehabilitasi milik swasta dan pemerintah. Sejak tahun 2011, sudah ada 274 institusi. Tempat tersebut dikenal dengan sebutan Institusi Penerima Wajib Lapor atau IPWL telah memiliki rangkaian tahapan rehabilitasi yang siap membantu. Layanan medis dan non medis akan diberikan secara terjadwal agar pengguna bersangkutan mendapatkan perawatan yang terbaik. Semua sudah sesuai standard dan nantinya tinggal mengikuti saja.

Proses rehabilitasi tidak bisa ditentukan berapa lamanya, karena dalam tahapan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pada diri pengguna bersangkutan. Untuk fase rehabilitasi itu sendiri terdiri dari:

• Tahap detoksifikasi, yang merupakan fase dimana pencandu akan ditest oleh Dokter untuk mengetahui jenis obat pengganti yang cocok. Sebab beda jenis narkoba yang dikonsumsi beda pula obat penggantinya. Dalam mode ini, pecandu akan diawasi penuh oleh dokter.


• Tahap non medis, disini pecandu akan dibimbing untuk lebih mendapatkan nilai spritual.

• Tahap bina lanjut yang merupakan tahap lanjutan untuk mendidik pecandu sesuai bakat dan keterampilan yang dimiliki.


Do NOT follow this link or you will be banned from the site!