Eurasian Harm Reduction Network

Category Archive : Blog

Rehabilitasi, Salah Satu Bentuk Penanganan Untuk Penderita Narkotika

Rehabilitasi, Salah Satu Bentuk Penanganan Untuk Penderita Narkotika

Rehabilitasi, Salah Satu Bentuk Penanganan Untuk Penderita Narkotika – Masalah narkoba dan obat-obatan haram di Indonesia tengah di tingkat yang kronis. Tua muda remaja banyak yang menjadi korban, hingga nyawa melayang. Siapa saja bisa terjerat oleh narkoba dan barang haram itu. Hingga di setiap hari selalu ada yang meninggal dunia karena barang haram tersebut. Hal ini menjadikan prihatin dan pemerintah telah mengupayakan berbagai cara untuk pencegahannya. Badan dan jaringan penanggulangan narkotika dan barang terlarang juga bekerja sama dengan masyarakat untuk menjauhi barang narkotika itu.

Namun sampai sekarang masih ditemukan para pecandu narkoba. Ketergantungan terhadap barang haram tersebut menjadikan pecandu mengalami sakau. Tidak bisa putus hubungan dengan narkotika dan membuat pecandu akan terus dan terus mengkonsumsi barang tersebut. Bahkan rela melakukan apa saja termasuk hal kriminal agar bisa mendapatkan narkotika itu. Jika terus demikian, maka bisa mengakibatkan over dosis dan nyawa pun jadi taruhannya.

Sebelum semuanya terlambat, pecandu narkoba bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Hanya saja, banyak para pecandu yang mengelak dan menyangkal bahwa dirinya bukanlah pecandu narkoba. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan aturan serta kebijakan yang ada dalam Undang Undang no 35 tahun 2009 pasal 54 yang menyatakan bahwa setiap pecandu narkoba wajib melakukan rehabilitasi. Hal ini karena mereka menggunakan narkoba untuk diri mereka sendiri bukan untuk dijual ataupun disebarkan ke pihak lain. Rehabilitasi ini bertujuan untuk menanggulangi rasa ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang.

Program rehabilitasi sendiri telah didukung oleh pemerintah dengan didirikannya Rumah Sakit Ketergantungan Obat di Jakarta Timur sejak tahun 1972. Tujuan dari adanya rumah sakit tersebut tak lain untuk menangani pengguna narkoba agar bebas dari ketergantungan atau sakau. Selain di rumah sakit ini, pecandu narkoba bisa melakukan rehabilitasi ke lembaga rehabilitasi swasta maupun milik pemerintah. Bisa juga ke rumah sakit yang menyediakan layanan rehabilitasi. Sejak tahun 2011 lalu, lembaga yang melayani rehabilitasi ada 274 tempat dan tersebar di wilayah Indonesia. Pecandu bisa memilih institusi untuk perawatan rehabilitasi terdekat maupun yang menjadi rekomendasi.

Terlepas dari barang haram ini adalah hal yang sulit. Konseling dan serangkaian perawatan medis sangat perlu dilakukan dan semuanya sudah ada di dalam progam rehabilitasi. Namun pada proses rehabilitasi tidak cukup dilakukan oleh pecandu saja, tapi juga didukung oleh orang-orang terdekat. Mereka memerlukan dukungan dan bantuan agar bisa bebas dari barang haram tersebut. Apalagi proses ini tidaklah mudah. Memakan waktu yang tidak sebentar dan menguji kesabaran. Oleh karena itu pecandu harus dipantau secara intensif. Sehingga setiap kali melakukan rehabilitasi sebaiknya ada yang menemani atau menjadi wali. Di tempat perawatan tersebut, pecandu akan dipantau secara penuh agar bisa diketahui perkembangannya.

Rehabilitasi, Terapi Untuk Menanggulangi Kecanduan Narkoba

Rehabilitasi, Terapi Untuk Menanggulangi Kecanduan Narkoba


Rehabilitasi, Terapi Untuk Menanggulangi Kecanduan Narkoba – Penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang kian bertambah banyak dengan ditemukannya berbagai kasus dari barang haram tersebut. Kondisi yang cukup kronis ini melibatkan banyak pihak dan merugikan diri sendiri juga orang lain. Jutaan jiwa mati sia-sia karena narkoba. Para penerus bangsa ini juga hilang akibat barang haram tersebut. Jika terus demikian, menjadikan Indonesia darurat narkoba dan harus segera ditindaklanjuti.

Badan dan jaringan yang mengurusi kasus narkotika dan obat terlarang lainnya telah dan tengah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kasus ini. Himbauan serta ajakan untuk menjauhi narkoba telah ditanamkan melalui berbagai media. Namun sayangnya masih ada yang menggunakan barang haram tersebut. Sebelum semakin bertambah parah, kondisi salah satu anggota yang mengkonsumsi narkoba dapat ditangani tapi dengan catatan pengguna tersebut dinyatakan sebagai korban. Bukan pelaku, pengedar maupun pemasok. Dalam hal ini, pemerintah telah menetapkan aturan untuk menyikapi korban dari obat-obatan haram itu. Merujuk pada aturan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan salah satu pasalnya yakni pasal 54 menyatakan pengguna narkota untuk mengikuti proses rehabilitasi. Tujuannya agar para pengguna tersebut tidak bergantung dengan barang haram.

Rehabilitasi merupakan salah satu upaya dari badan dan jaringan penanggulangan narkoba untuk menyelamatkan pengguna yang berstatus sebagai korban. Upaya dari tindakan rehabilitasi merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan seseorang yang kecanduan narkoba. Lebih cepat jelas lebih baik agar korban cepat mendapatkan pertolongan juga. Hanya saja, sebagian para pengguna narkoba menyangkal dirinya telah mengkonsumsi obat tersebut. Sehingga membuat proses rehabilitasi jadi tertunda.

Rehabilitasi, Terapi Untuk Menanggulangi Kecanduan Narkoba

Untuk mendapatkan layanan rehabilitasi, badan jaringan penanggulangan narkoba telah menentukan persyaratannya dan para pengguna yang ingin mengajukan diri direhabilitasi harus memenuhi syarat yang ada. Mengenai dimana tempat pelayanan rehabilitasi itu, pengguna bisa merujuk ke rumah sakit maupun rumah rehabilitasi milik swasta dan pemerintah. Sejak tahun 2011, sudah ada 274 institusi. Tempat tersebut dikenal dengan sebutan Institusi Penerima Wajib Lapor atau IPWL telah memiliki rangkaian tahapan rehabilitasi yang siap membantu. Layanan medis dan non medis akan diberikan secara terjadwal agar pengguna bersangkutan mendapatkan perawatan yang terbaik. Semua sudah sesuai standard dan nantinya tinggal mengikuti saja.

Proses rehabilitasi tidak bisa ditentukan berapa lamanya, karena dalam tahapan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pada diri pengguna bersangkutan. Untuk fase rehabilitasi itu sendiri terdiri dari:

• Tahap detoksifikasi, yang merupakan fase dimana pencandu akan ditest oleh Dokter untuk mengetahui jenis obat pengganti yang cocok. Sebab beda jenis narkoba yang dikonsumsi beda pula obat penggantinya. Dalam mode ini, pecandu akan diawasi penuh oleh dokter.


• Tahap non medis, disini pecandu akan dibimbing untuk lebih mendapatkan nilai spritual.

• Tahap bina lanjut yang merupakan tahap lanjutan untuk mendidik pecandu sesuai bakat dan keterampilan yang dimiliki.

Tahapan Rehabilitasi Narkoba

Tahapan Rehabilitasi Narkoba

Tahapan Rehabilitasi Narkoba – Narkotika dan obat-obatan terlarang atau yang disebut dengan narkoba masih menjadi momok menakutkan dan merusak setiap generasi masa depan. Setiap hari nyawa melayang karena penyalahgunaan narkotika. Jika terus demikian indonesia bisa jadi darurat narkoba. Beragam upaya dilakukan untuk menanggulangi adanya pemakaian barang-barang haram tersebut.

Namun masih saja ditemukan adanya pihak-pihak yang menggunakan narkoba. Menyikapi hal ini pemerintah telah menetapkan peraturan untuk menindaklanjuti para pengguna narkota.rehabilitasi menjadi salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna narkoba, yang notabene sebagai korban. Pasalnya mereka buka pengedar maupun penjual barang haram. Hal tersebut juga diatur dalam undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2011.

Merujuk pada aturan tersebut menyatakan bahwa pengguna narkoba memperoleh layanan rehabilitasi dan tidak dinyatakan sebagai bentuk tindakan kriminal. Untuk bisa memperoleh layanan rehabilitasi, seorang pecandu narkoba diharuskan melengkapi persyaratan seperti:

• Surat permohonan untuk rehabilitasi
• Hasil tes urine
• Hasil tes medis secara menyeluruh
• Kesediaan wali yang bersedia mewakili
• Juga persyaratan administrasi lainnya.

Selanjutnya para pengguna narkoba yang tengah mendapatkan izin rehabilitasi dapat melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor yang resmi. Ipwl di indonesia telah tersebar luas hingga lebih dari 274 institusi yang terdiri dari rumah sakit, puskesmas dan lembaga rehabilitasi medis milik swasta ataupun pemerintah. Setiap ipwl atau institusi penerima wajib lapor sudah memiliki prosedur dalam menjalankan rehabilitasi dari awal sampai selesai. Atau bisa ke rumah sakit ketergantungan obat yang berada di jakarta timur. Rumah sakit ini secara khusus didirikan untuk menangani pasien atau seseorang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.dalam tahapannya, rehabilitasi memakan waktu dan proses yang tidak sebentar. Semua harus didukung dari pengguna bersangkutan dan juga orang-orang di sekitar.

Para pengguna yang menjadi korban obat haram ini akan melewati serangkaian tahapan rehabilitasi. Semakin cepat ditindak lanjuti maka semakin baik juga untuk pengguna bersangkutan.untuk tahapan dalam rehabilitas medis itu sendiri terbagi dalam:

1. Detoksifikasi merupakan langkah awal untuk pengguna agar bisa mengurangi rasa ketergantungan pada narkoba atau sakau. Dalam proses ini pengguna diawasi langsung oleh dokter.

2. Rehabilitasi non medis pada tahap kedua ini, pengguna akan diperkenalkan dengan pendekatan moral, sosial, agama dan lainnya.

3. Tahapan bina lanjutmerupakan tahap dimana pengguna akan dibina/didik sesuai dengan kemampuan maupun bakat yang dimiliki. Sehingga setelah lulus rehabilitasi, pengguna tersebut dapat menemukan hal-hal positif yang baru.

Itulah serangkaian tahapan dalam rehabilitasi, yang dimana seseorang benar-benar mendapatkan perawatan secara medis dan non medis. Selain itu, perlu akan dukungan dari para keluarga dan sahabat agar tidak terjerumus lagi ke jurang narkoba.

Lembaga Rehabilitasi Untuk Pecandu Narkoba

Lembaga Rehabilitasi Untuk Pecandu Narkoba

Lembaga Rehabilitasi Untuk Pecandu Narkoba – Narkoba dan obat-obatan terlarang rupanya telah meracuni dan membuat nyawa melayang setiap harinya. Banyak yang sudah menjadi korban dari narkoba ini, tua muda segala usia ada. Berawal dari coba-coba hingga akhirnya menjadi pecandu yang tidak bisa lepas dari barang haram tersebut.

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah guna mengatasi obat-obatan terlarang itu. Salah satu usaha untuk menanggulangi permasalahan terhadap narkoba adalah dengan adanya lembaga rehabilitasi. Adalah tempat untuk merawat para pecandu narkoba agar terbebas dari barang haram tersebut. Seperti yang diketahui bahwa ketergantungan terhadap barang haram ini akan membuat pecandu tidak bisa lepas dari narkoba. Oleh karena itu perlu direhabilitasi agar pengguna narkotika tersebut tidak lagi mengkonsumsi lagi.

Perlu diketahui bahwa disini pengguna narkoba berhak mendapatkan rehabilitasi yang layak. Sebab mereka menggunakannya untuk diri sendiri. Hal ini juga dirujuk pada kebijakan pemerintah dalam peraturan bersama mengenai tindak lanjut penyalahgunan narkoba dan obat terlarang ke tempat rehabilitasi, yang telah diterbitkan pada tahun 2014 lalu. Layanan rehabilitasi tersebut juga merujuk pada Undang-undang nomor 35 tahun 2009 yang menyatakan tentang narkotika dan peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2011.

Bantuan rehabilitasi ini ditujukan kepada semua orang termasuk beberapa anggota agen bola yang menjadi pecandu narkoba dapat terbebas dari obat haram tersebut dan tidak lagi menggunakannya. Untuk bisa mendapatkan layanan rehabilitasi, pecandu bisa mengajukannya di situs resmi BNN Badan Narkotika Nasional. Setelah mendapatkan izin, pecandu narkoba tersebut bisa merujuk ke lembaga swasta maupun milik pemerintah juga ke rumah sakit yang menangani rehabilitasi. Pemerintah sendiri telah mendirikan Rumah Sakit Ketergantungan Obat yang berada di Jakarta Timur. RSKO ini didirikan dengan tujuan khusus untuk menangani pencandu narkotika.

Mengingat bahwa dalam proses rehabilitasi tidaklah mudah, semua pihak dianjurkan untuk bekerja sama. Mulai dari pribadi atau pecandu narkoba itu sendiri, wali atau keluarga bersangkutan yang menemani sekaligus mendukung progam rehabilitasi ini. Pada fase rehabilitasi terdapat perawatan medis yang diawasi dokter serta perawatan non medis ini sama-sama harus didukung oleh pengguna dan walinya. Sehingga setiap upaya yang ada dalam perawatan medis dan non medis nantinya dapat menemui hasil yang maksimal. Untuk perawatan medis akan ada obat dari dokter juga serangkaian test untuk mengecek kondisi pecandu. Biasanya akan diberikan obat pengganti sesuai kebutuhan pengguna. Selain itu dalam proses rehabilitasi ini, pengguna juga mendapatkan perawatan non medis yaitu konseling. Bimbingan spiritual, moral, psikologis dan lainnya turut diimbangi. Sehingga pengobatan medis dan non medis seimbang. Hal ini ditujukan agar nantinya setelah pengguna narkoba bebas dari sakau atau kecanduan, bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Tidak lagi mengenal apalagi mengkonsumsi narkoba. Bisa memulai hidup baru yang lebih sehat tanpa barang haram lagi.

Penanganan Awal Untuk Ketergantungan Narkoba

Penanganan Awal Untuk Ketergantungan Narkoba

Penanganan Awal Untuk Ketergantungan Narkoba – Bahaya narkoba dapat mengancam masa depan merugikan diri sendiri juga orang lain. Ketika seseorang sudah coba-coba narkoba meski sedikit saja, maka akan berakibat fatal. Ketergantungan terhadap barang haram itupun tak dapat terhindarkan dan membuat pengguna akan kecancuan. Pecandu narkoba yang mengalami sakau atau ketergantungan terhadap narkoba akan melakukan apa saja untuk mendapatkan barang tersebut. Jika terus demikian bisa menimbulkan over dosis dan nyawa jadi taruhannya.

Setiap hari, selalu ada generasi yang hilang akibat narkoba. Kondisi ini disebabkan oleh adanya narkotika dan obat-obatan terlarang yang sudah mengacaukan. Jika terus demikian, Indonesia bisa darurat narkoba dan generasi penerus bangsa bisa berkurang. Sebelum semuanya terlambat, para pengguna narkoba yang berstatus sebagai korban dapat diselamatkan dengan Penanganan awal yang cepat.

Langkah awal untuk menyelamatkan korban dari penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya adalah dengan rehabilitasi. Merupakan serangkaian tahapan medis dan non medis untuk menyelamatkan korban pengguna obat terlarang. Tindak lanjut tersebut bertujuan agar pengguna narkoba dapat memutuskan dirinya dari barang haram tersebut. Sehingga bisa menjalani kehidupan normal seperti sebelumnya tanpa obat haram.

Dalam proses rehabilitasi sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Tahap Detoksifikasi
Adalah langkah pertama yang harus dilalui oleh pengguna. Pada tahap ini biasanya pengguna akan dicek secara menyeluruh atau di-skirining untuk memastikan kondisi kesehatan pengguna, apakah ada kena penyakit tertentu. Selanjutnya kondisi mental pengguna akan ditest juga. Pada tahap ini juga dokter umumnya memastikan apakah pengguna perlu obat pengganti ataukah tidak. Tujuannya agar bisa mengurangi rasa ketergantungan terhadap narkoba. Dalam konsumsi obat pengganti, pengguna akan dipantau secara penuh oleh Dokter. Sehingga perkembangannya dapat diawasi dengan baik.

2. Tahap Primer
Tahap ini disebut juga dengan tahap non medis. Tujuan dari langkah ini adalah untuk membentuk pribadi pengguna tersebut. Seperti mendekatkan diri dengan Tuhan, mengasah kemampuan intelektual, psikologis, keterampilan dan lainnya.

3. Tahap Re-entry
Merupakan tahapan dimana pengguna akan dibimbing sesuai dengan bakat dan kemampuan. Bahkan dididik agar bisa menemukan keterampilan yang akan menjadi bekal nanti setelah keluar dari tempat rehabilitasi.

Itulah serangkaian tahapan awal untuk menindak lanjuti para pengguna narkoba. Dalam tiga tahapan tersebut jelas memakan waktu yang tidak sebentar, oleh karena itu tindakan rehabilitasi sebaiknya dilakukan dengan segera. Untuk mendapatkan layanan rehabilitasi pengguna bisa mengajukan izin dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Kemudian untuk menjalankan progam penyembuhan ini, pengguna bisa merujuk ke Rumah sakit yang menyediakan layanan rehabilitasi secara resmi. Tidak perlu khawatir karena ada beberapa rumah rehabilitasi milik swasta dan pemerintah yang siap membantu para korban atau pengguna narkoba untuk bisa sembuh total.


Do NOT follow this link or you will be banned from the site!